Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Diet Keto dan Kenapa Figi Tak Merekomendasikannya

Dear Figi family sekalian! Di artikel ini, Figi ingin cerita kenapa sih diet keto itu tidak bagus. Eits, tapi artikel ini based on personal experience, ya, alias berdasarkan pengalaman sendiri. 

pengalaman diet keto

Apa sih Diet Keto itu?

Singkatnya diet keto adalah diet no carbo. Seseorang yang menjalani diet ini biasanya akan stop makan sumber karbohidrat seperti biasanya. Mereka kemudian mencoba mengganti karbo dengan lemak.

Di Indonesia, karena sumber utama karbohidrat adalah nasi, mereka yang menjalani diet ini umumnya akan menghindari nasi habis-habisan.

Terus, Apakah Efeknya Bagus?

Berdasarkan pengalaman, untuk menurunkan berat badan, Figi percaya sekali bahwa diet ini tokcer. Pokoknya mantap banar deh. Kenapa Figi bisa yakin? Sebab Figi sudah melihat sendiri efek “baiknya” ke beberapa kawan dan saudara yang mengikuti diet ini.

Tapi…

Nah, ada tapinya nih. Figi ingat sekali pelajaran biologi waktu SMA dulu. Saat itu, Bu Guru Biologi mengatakan bahwa di antara protein, lemak, dan karbohidrat, yang paling banyak menghasilkan energi adalah lemak.

Lalu, Bu Guru Biologi bertanya, “Kalau lemak lebih banyak menghasilkan energi, kenapa kita tidak makan minyak saja? Daripada repot-repot makan nasi, kan lebih baik minum minyak goreng?!”

Kami semua di kelas kebingungan menjawab sampai akhirnya Bu Guru Biologi menjelaskan pertanyaannya sendiri. Menurut Bu Guru, lemak memang menghasilkan banyak energi, namun proses metabolismenya “tidak bersih.” Ada beberapa zat sisa metabolisme yang tidak bagus untuk tubuh. Dan ternyata, protein pun sama seperti lemak.

Hal ini berbeda dengan karbohidrat yang ternyata sangat aman dikonsumsi. Singkatnya:

  1. Lemak dan protein bisa menghasilkan energi besar, namun sisa metabolismenya yang toksik juga lebih banyak.
  2. Karbohidrat tak bisa menghasilkan energi sebesar lemak, namun proses metabolismenya menghasilkan zat sisa yang jauh lebih aman.

Hasil Diet Keto

Diet keto yang terukur dan dilakukan dalam jangka waktu pendek mungkin bisa membuat bobot turun tanpa banyak efek samping. Namun bila diet ini dilakukan dalam waktu yang cukup lama secara ekstrim, maka hasilnya benar-benar tidak baik.

Tak percaya? Silahkan ketik “Akibat diet keto” di google. Anda akan mendapati beberapa berita duka dari seseorang yang menjalani hal seperti ini.

Pengganti

Karena Figi masih ingat penjelasan Bu Guru, Figi tak pernah tertarik ikut diet ini. Pengalaman Figi pun tak selalu positif. Ada satu saudara Figi yang akhirnya kena tipes gara-gara daya tahan tubuhnya menurun saat melakukan diet ini. Menurut penjelasan dokter, tubuh saudara Figi itu mungkin sedang lelah karena memiliki banyak racun tubuh sehingga akhirnya terkena tipes.

Yang kedua adalah kawan Figi sendiri. Kawan Figi ini akhirnya juga sakit. Namun sakitnya adalah sakit asam lambung. Sampai saat ini, sakitnya kadang-kadang masih kumat. Tubuhnya pun tampak kurus namun tipe kurus yang tidak sehat.

Intinya

Pokoknya, Figi di sini tidak bermaksud menggurui. Akan tetapi, saat kita melakukan diet apapun, kita harus lebih hati-hati. Jangan sampai demi tubuh idaman, kita justru jadi sakit.

Sebelum mengikuti diet keto dan diet apapun itu, coba deh riset kecil-kecilan dulu. Baca artikel di Google dari sumber yang terpercaya. Jadi kita tidak akan mengorbankan kesehatan hanya demi standar kecantikan dan ketampanan yang sulit diraih.

Posting Komentar untuk "Pengalaman Diet Keto dan Kenapa Figi Tak Merekomendasikannya"