Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab dan Solusi Anak Balita Susah Makan

Pusing memang kalau anak susah makan. Figi sering sekali ketemu kasus Mama yang lari kesana-kemari mengejar anaknya makan. Kadang lucu, tapi kadang juga ikutan gemes. Hehe.

anak balita tak mau makan

Penyebab anak balita susah makan sendiri beragam. Dari berbagai sumber yang pernah Figi baca, alasan anak tak mau makan antara lain karena:

  1. Rasa makanan yang bagi anak tidak enak
  2. Perubahan menu makan secara tiba-tiba. Misalnya dulu anak selalu makan ayam, sekarang Mama mau memberikannya sayur
  3. Anak tidak merasa lapar
  4. Kegiatan makan yang diselingi kegiatan lain sehingga anak tidak fokus
  5. Stres dan trauma saat makan

Soal poin 3 dan 4, Figi liat tak sedikit Mama yang melakukan kesalahan. Kenapa begitu?

Rasa lapar sebenarnya ditentukan kebiasaan. Orang yang dibiasakan makan jam 12, perutnya akan krucuk-krucuk menjelang jam 12. Begitu pula dengan orang yang tak dibiasakan sarapan. Ia akan cuek saja meski rekan-rekannya kelaparan pada jam itu.

Apabila anak balita Mama susah makan bisa jadi penyebabnya yak arena tidak ada pembiasaan sejak dini. Mama dan Papa mungkin merasa tak tega mengatur anak makan pada jam-jam tertentu. Alhasil, pola makan anak jadi random sekali.

Hal yang sama juga terjadi di poin 4. Anak mungkin dibiasakan makan sambil bermain. Akibatnya, fokus perhatian anak teralihkan. Lama-lama jam makannya jadi kacau bila ia sedang begitu asyik memainkan mainannya.

Bagaimana Solusi Anak Balita Susah Makan?

Balita tentu tidak dalam kapasitas menerima nasehat pentingnya makan teratur dan cukup. Bagi anak seumuran mereka, yang terpenting adalah rasa enak vs tidak enak atau menyenangkan vs tidak menyenangkan. Pembiasaan juga menjadi hal yang penting Mama perhatikan.

Nah, sebagai solusinya, Figi sarankan Mama menerapkan langkah-langkah khusus. Figi sendiri suka dengan artikel Mengatasi Balita Susah Makan dari website Bebeclub ini.

Menurut artikel itu, kita memang harus lebih kreatif ketika menghadapi masalah ini. Jangan sampai kita marah-marah pada anak untuk memaksanya makan.

Kenapa? Karena anak bisa trauma!

Anak juga akan terbiasa melakukan sesuatu atas dasar kemarahan. Bila dibiasakan terus, nantinya ia tidak akan menuruti apa kata orang dewasa kecuali bila sudah dibentak-bentak.

Hayo, tak mau hal seperti ini terjadi, kan? 

Yang kedua, karena anak tidak paham pentingnya nilai gizi makanan, maka Mama harus membuatnya tertarik dengan menyebutkan betapa enak dan asyiknya memakan makanan itu. Contoh, Mama ingin si dedek makan brokoli dan wortel.

Mama pun kemudian memotong mengatur keduanya sehingga membentuk gambar indah di piring. Brokoli dijadikan pohon sementara wortel dibentuk menjadi bunga.

Anak pasti akan tertarik dengan piring cantik itu. Ia pun akan merasa tertantang dan seru ketika harus makan “pohon brokoli” dan “bunga wortel.” Hihi.

Jadi, Mama jangan frustasi ya kalau anak balita susah makan. Tenang! Meski awalnya bikin emosi, tapi lama-lama pasti anak bisa lahap memakan makanan bergizi. 

Posting Komentar untuk "Penyebab dan Solusi Anak Balita Susah Makan"