Suami Minta Cerai? Lakukan 9 Hal Ini untuk Mempertahankannya

Coba bayangkan, Mama sedang sibuk memasak, tiba-tiba Papa pulang dan bilang mau cerai. Sedih? Sudah pasti. Tapi mestinya kita harus bisa menghadapi ini dengan kepala dingin. Apalagi bila tanda-tanda suami minta cerai sudah terlihat agak lama. 

Suami Minta Cerai

Perceraian sendiri sebetulnya tidak dilarang agama Islam, Hindu, atau Buddha. Namun tentu saja, hal ini mendatangkan kesedihan luar biasa. Banyak sekali perempuan yang insecure setelah dicerai suaminya. Banyak yang bahkan depresi dan mengalami stres berkepanjangan.

Prospek soal masa depan tampak begitu suram saat pasangan yang kita cintai ingin berpisah. Tapi sekali lagi, sebagai orang yang sudah dewasa, kita harus bisa bersikap dengan bijak. Bila Mama yakin tidak mau bercerai, coba ikuti tips di bawah ini.  

9 Hal yang Bisa Dilakukan Kala Suami Minta Cerai

1. Atur Emosi Dulu

Kata-kata cerai bagi sebagian besar istri adalah kata-kata mengerikan bak petir di siang bolong. Wajar sekali kalau Mama merasa sedih, bingung, dan bahkan histeris. 

Jadi, lakukanlah sesuatu untuk menenangkan diri. Katakan ke Papa bahwa Mama perlu waktu untuk sendiri. Atur nafas Mama, dan bila ingin menangis, menangislah! Tapi ketika nanti berhadapan dengan Papa, jaga emosi Mama ya.

2. Jangan Play Victim Saat Suami Minta Cerai

Play victim adalah sebuah istilah yang merujuk pada sifat melihat diri sebagai korban. Sebenarnya, normal buat Mama merasa jadi korban saat pasangan meminta perpisahan. Apalagi dalam kasus perselingkuhan di mana suami yang bersalah.

Akan tetapi, bersikap playing victim biasanya tidak efektif mengubah hati seseorang. Ketika Anda mengatakan “Aku korban” atau “Kasihani aku”, tak jarang suami justru makin merasa illfeel. Mereka akan bertindak defensif dengan mengatakan bahwa dialah yang jadi korban. 

Ketika melibatkan pihak ketiga, hal ini semakin membahayakan. Sebab, perempuan yang jadi pihak ketiga bisa memanas-manasi suami bahwa Anda adalah istri yang jahat dan suka menindas.

3. Duduk, Dengarkan Kata Suami

Kalau Anda sudah bisa menenangkan hati, coba  ajak suami untuk bicara. Tapi pertama-tama, Anda harus mau mendengarkan alasannya. 

Tatap mata suami Anda dengan yakin. Setelah itu, mintalah alasan kenapa ia minta cerai. Tegaskan bahwa seorang pria yang baik pasti punya alasan yang juga baik. Bila alasan suami minta cerai ternyata karena perselingkuhan, suami Anda pasti akan kikuk sendiri.

Biarkanlah bila dia merasa kikuk. Kita tak bisa mengubah hati manusia sekejap mata. Namun katakan padanya bahwa Anda berharap alasannya itu baik dan berlandaskan pada moral terpuji.

4. Ungkapkan Kesedihan dan Utarakan Rasa Cinta Anda

Anda tetap harus memperlihatkan kesedihan dan kekecewaan Anda. Karena, bila Anda terlihat baik-baik saja, suami justru akan merasa Anda tidak mencintainya lagi (yang dihindari adalah kesedihan yang histeris).

Jujurlah pada suami bahwa Anda merasa sangat sedih dan kecewa. Katakan padanya bahwa Anda sangat mencintainya dan berharap bisa terus menjadi istrinya. Sedikit banyak, hal ini akan menggugah nurani suami Anda. Apalagi bila ia tipe yang mudah tersentuh oleh kelembutan wanita.

5. Diskusikan soal Anak Saat Suami Minta Cerai 

Ketika perceraian terjadi, yang akan merasakan dampaknya bukan cuma Anda dan pasangan. Anak pun bisa merasakan kepahitan lho atas peristiwa itu. Ketika anak dewasa nanti, ia mungkin jadi takut membina rumah tangga. 

Mintalah suami mempertimbangkan hal ini. Katakan padanya, apakah alasannya bercerai (apapun itu) lebih worth it ketimbang masa depan buah hatinya sendiri? 

6. Tetap Tampil Menarik dan Ingatkan Suami akan Masa Lalu yang Indah

Hindari makan makanan yang tidak sehat ketika Anda sedang stres. Tetaplah tampil dengan baik. Tak perlu berlebihan, cukup tampil dengan lebih cantik dan elegan. 

Kalau Anda wanita karir, Anda bisa membuat suami cemburu dengan hal ini. Dan harapannya, suami bisa mempertimbangkan keputusannya bercerai. 

Selain itu, buatlah suami ingat dengan masa lalu kalian yang indah. Misalnya, dengan memakai pakaian zaman dulu saat jogging dan nge-Mall. Hingga menyetel lagu-lagu kenangan saat membuka laptop.

7. Hindari Pikiran-pikiran Negatif Meski Suami Minta Cerai

Pikiran-pikiran negatif Mama bukan hanya merugikan Mama sendiri. Tapi juga bisa berimbas ke anak. Selain itu, Papa juga bisa cepat memproses perceraiannya ketika Mama terus menerus negative thinking.

Melawan pikiran negatif sendiri memang tidak mudah. Saat dicerai, kita merasa kalau kita ini wanita paling jelek sedunia. Kita juga merasa kalau kita gagal menjadi seorang istri. Padahal ini tidak benar.

Seorang wanita yang cantik ala idola Kpop saja bisa dicerai suaminya kok. Makanya, Mama jangan insecure. Ucapkanlah kalimat motivasi berulang-ulang di kepala Mama. Katakan kalau Mama adalah wanita yang kuat dan menarik!

8. Jangan Langsung Mengiyakan Perceraian, Minta Waktu dan Bantuan

Saat suami minta cerai, jangan langsung merasa dunia sudah runtuh lantas mengiyakan saja permintaan Papa. Banyak lho, orang yang cuma marah saat mengatakan kata-kata perceraian. Namun, situasinya menjadi nyata ketika kita menghadapinya dengan panas.

Mintalah suami waktu. Katakan bahwa Anda tak mau dicerai. Sembari itu, minta bantuan orang lain, baik itu pemuka agama di lingkungan sekitar, mertua, ipar, hingga orangtua Anda. 

9. Tawari Suami Sesuatu

Alasan suami minta cerai bisa disebabkan karena berbagai hal. Salah satunya adalah karena kesaahan kita sebagai istri. Atau, bisa jadi ada ketidakcocokan yang begitu mengganggu suami.

Nah, kalau sudah begini, terserah Mama mau gimana. Apakah mau melanjutkan hubungan? Bila iya, tentu Mama harus berkompromi, karena dari pihak Papa sudah jelas ingin minta cerai. Saran Figi, Mama pertimbangkan baik-baik hal ini, supaya tidak menyesal di kemudian hari. 

Previous Post
Next Post

0 Comments: