Ketika Anak Mau Bunuh Diri, Ini yang Mama dan Papa Harus Lakukan

Mama dan Papa Figi, pernah tidak mendengar buah hatinya bilang “mau mati saja!” Kadang, ungkapan itu cuma bentuk kemanjaan anak. Namun, di lain waktu, bisa jadi anak memang punya masalah serius sehingga ia bersifat suicidal.

Anak Mau Bunuh Diri

Ketika menghadapi anak mau bunuh diri yang tidak sekadar manja ini, tentu Mama dan Papa harus hati-hati. Perlu Mama dan Papa tahu bahwa maksud dari pernyataan itu bisa jadi bersumber dari:

  • Bully yang dialami anak di sekolah
  • Kasus kekerasan seksual yang menimpa dirinya 
  • Perasaan insecure anak karena tidak berprestasi seperti saudaranya
  • Memang ada masalah hormonal di otak anak yang membuatnya depresi
  • Kekecewaan mendalam karena perceraian atau kehilangan

Sebenarnya ketika anak mengatakan ini, dia sedang mengirimkan sinyal minta bantuan pada kita. Jadi, hendaknya Mama dan Papa jangan memarahi buah hati. Yuk lakukan 9 hal di bawah ini sebelum semuanya terlambat.

1. Jangan Anggap Anak Mengada-ada

Pertama dan yang utama, jangan menyepelekan masalah anak yang menunjukkan sifat suicidal. Lagi, bisa jadi buah hati Anda punya masalah serius. Kekerasan seksual dan perundungan, misalnya.

Bayangkan betapa hancur hatinya ketika ia sedang tertimpa musibah, tapi kita tidak peka. Kita gagal membaca sinyal yang dikirimkan si kecil. Ia jelas akan sangat kecewa. 

2. Peluk dan Dengarkan Keluhannya ketika Anak Mau Bunuh Diri

Peluklah anak ketika ia sedang tampak terpuruk. Misalnya ketika ia mulai ngomel tidak jelas atau menangis di kamar. Anda perlu menegaskan bahwa Anda hadir dan selalu ada untuk buah hati. 

Mungkin, awalnya anak akan menolak dan mengusir Anda. Tapi Anda harus kuat dan terus menunjukkan dukungan. Bila anak sudah mulai terbuka, dengarkan segala keluh kesahnya. 

3. Cari Tahu Sumber Persoalan Anak

Saat anak sudah mau membuka diri dan mengatakan uneg-unegnya, pastikan untuk mengorek penyebab anak mau bunuh diri. Ingat kata pepatah. Tiada asap, tiada api. Pasti ada alasan khusus kenapa buah hati sampai ingin mengakhiri hidupnya.

Usahakan untuk tidak menghakimi ketika Anda sedang mengorek informasi ini. Contoh, anak perempuan Anda ternyata dibully di sekolah karena sangat pendiam. Dalam kasus ini, pantang sekali Anda turut mengkritik sifat pendiam anak. 

Bila Anda suka menyalah-nyalahkan, anak Anda justru akan semakin tertekan dan suicidal. Jangankan menyelesaikan masalah, ia mungkin tak mau terbuka 100% pada Anda.

4. Bantu Anak Menghadapi Masalahnya

Banyak sekali orangtua yang menganggap bahwa anak harus dilatih menghadapi masalahnya sendiri. Ajaran seperti ini memang tidak sepenuhnya salah. Tapi sebagai orangtua, kita harus fleksibel.

Jangankan anak-anak, orang dewasa saja kadang butuh bantuan kok. Apalagi bila yang dihadapi buah hati sangat serius. Misalnya (semoga tak terjadi pada Anda semua), kasus pelecehan seksual. Anak jelas sangat perlu bantuan dari orang-orang dewasa di sekelilingnya.

5. Kado Kecil untuk Anak Mau Bunuh Diri

Sembari mencoba menyelesaikan masalah, buatlah buah hati bahagia. Sesekali belikan sesuatu yang ia senangi. Misalnya makanan kesukaannya atau paket data lebih banyak supaya ia bisa internetan.

Ketika libur tiba, ajak dia berwisata ke tempat yang disukainya. Dengan cara begini, Anda bisa membuat hatinya lebih tenang. Ia pun akan merasa lebih dekat dengan Anda berdua. 

6. Puji Anak agar Ia Merasa Berharga

Rentetan masalah yang dihadapi seseorang bisa membuat orang terkait merasa rendah diri. Karenanya, sebagai keluarga, kita perlu meningkatkan kepercayaan diri anak. Apalagi dalam kasus anak mau bunuh diri. Jelas ini bukan masalah sepele.

Berikan pujian pada buah hati Anda. Misalnya setelah ia membantu Anda melakukan pekerjaan rumah. Setelah itu, katakan padanya bahwa Anda bangga punya anak yang kuat seperti dirinya.

7. Katakan padanya Anda Tak Bisa Hidup Tanpa Anak

Katakanlah padanya bahwa Anda teramat mencintainya. Tegaskan bahwa Anda tidak bisa hidup tanpa kehadirannya.

Banyak lho kasus di mana seseorang yang punya tendensi sifat suicidal tak jadi mengakhiri hidupnya karena mereka sayang pada orangtuanya. Jadi, sembari mencoba menyelesaikan masalah ini, cobalah redam keinginan bunuh diri anak dengan kata-kata itu.

8. Hadapi Anak yang Mau Bunuh Diri dengan Bantuan Dokter

Jangan ragu untuk membawa anak ke psikolog atau psikiater bila diperlukan. Abaikan anggapan miring di masyarakat bahwa masalah mental adalah masalah tabu.

Masalah mental adalah masalah yang normal dan perlu diatasi. Sama seperti saat kita maag, flu, hingga demam berdarah. 

Psikolog atau psikiater akan membantu Anda dan buah hati menghadapi persoalan ini. Keahlian mereka bisa membuat proses kesembuhan anak berjalan lebih cepat. 

9. Sabar dan Terus Temani Anak yang Mau Bunuh Diri 

Pada beberapa kasus, misalnya kasus yang traumatis dan gangguan hormonal otak, persoalan suicidal ini akan memakan waktu yang lama untuk diselesaikan. Anak harus menjalani sesi terapi hingga mengonsumsi obat secara rutin.

Jadi, bersabarlah. Jangan tergesa-gesa menghadapi masalah ini. Bukannya menciptakan progress (kemajuan), sikap yang tergesa-gesa justru akan mengacaukan segalanya.

Previous Post
Next Post

0 Comments: