Paling Ampuh! Ini Solusi Menghadapi Mertua Galak yang Bikin Kicep

Salah satu masalah dalam sebuah keluarga adalah mertua. Karena kadang, seseorang mendapatkan mertua yang galak dan memiliki watak yang keras. Jika hal itu tidak Anda sikapi dengan baik, tentu saja akan sering terjadi crash yang berakhir pada konflik. Nah, apa sih solusi menghadapi mertua galak?

Solusi Menghadapi Mertua Galak


1. Tenangkan Pikiran Anda, Bersabarlah

Solusi yang pertama adalah diam terlebih dahulu dan berpikir jernih. Anda harus sadar jika Anda adalah menantu yang harus tunduk pada mertua. Meskipun mertua Anda galak, Anda harus benar-benar bisa bersabar dan mengatur emosi.

 Pada teorinya, jika Anda keras mertua Anda keras, maka hasilnya adalah konflik yang bisa menghancurkan hubungan. Maka dari itu, cara yang paling aman ketika dimarahi, dinyinyiri, ataupun dikritik mertua adalah tenangkan pikiran, tenang, dan bersabar.

Ingat, setiap emosi pasti akan hilang sejalan dengan waktu. Maka dari itu, jangan sampai ikutan emosi dan marah-marah balik ke mertua. Sifat asli orang yang sudah tua adalah tidak mau kalah dan harus benar. Sebagai menantu, Anda harus sabar dan menghormati mereka.

2. Bawakan Mertua Oleh-oleh

Tips atau solusi yang kedua adalah membawakan mertua oleh-oleh. Seringkali, cara ini efektif apalagi jika Anda baru pulang dari perjalanan. Orang tua pasti akan sangat bahagia ketika dibelikan sesuatu oleh anaknya. Maka dari itu, bawakan mertua galak anda sebuah oleh-oleh.

Jika ia tetap marah-marah, maka solusinya tetap pada bagian yang pertama yaitu tenangkan pikiran dan bersabar. Anda harus ingat, mertua adalah orang tua Anda juga. Maka dari itu, Anda harus menghormatinya.

3. Puji Mertua

Solusi yang ketiga adalah memuji mertua. Terkadang, seseorang itu merasa kesal ketika dirinya tidak pernah merasa diapresiasi. Maka dari itu, sedikit pujian itu penting. Namun tetap tidak berlebihan.

Jika Anda sadar memiliki mertua yang galak, maka dari itu jangan sampai berkata-kata yang berlebihan yang malah membuat mertua Anda kesal. Pujilah mereka dengan natural dan kontekstual. Carilah situasi dan kondisi yang tepat dan jangan membual.

4. Ajak Mertua Bercanda

Solusi yang selanjutnya memang agas berisiko sih. Namun kadang bagi beberapa mertua yang asyik kadang hal ini berguna. Bercanda adalah salah satu cara yang efektif untuk melupakan sebuah emosi.

Nah, mertua yang galak tentu saja bisa diatasi dengan cara mengajaknya bercanda. Namun dalam taraf yang tidak berlebihan. Selain itu, Anda harus tetap memiliki batas etis ketika bercanda. Jangan sembarangan mencandai mertua Anda.

Pastikan candaan Anda tidak garing, dalam hal yang disukai mertua Anda, dan tentunya jangan menghina. Karena jika Anda salah bercanda, bukan kedamaian yang akan Anda dapatkan, akan tetapi masalah baru.

5. Banggakan Mertua di Depan Orang lain

Solusi yang selanjutnya adalah tindakan yang harus dilakukan oleh semua menantu di dunia ini. Bagaimanapun rupa, sifat, dan prilaku mertua, Anda harus bangga memiliki mereka. Sebisa mungkin, Anda pernah merasa bangga memiliki mertua seperti mereka.

Hal semacam ini mungkin saja efektif. Karena orang tua pasti akan sangat bahagia bila dibanggakan oleh anaknya. Pikirkan celah ataupun keunggulan yang mertua Anda miliki, setelah itu banggakan hal itu di depan orang lain.

6. Minta Tolong Pasangan untuk Membujuk Orang Tuanya

Solusi yang terakhir adalah solusi final ketika mertua Anda benar-benar tidak bisa Anda gerakkan hari. Cobalah meminta pasangan Anda untuk berbicara pada ibu atau ayahnya. Mintalah tolong dan jangan gengsi.

Hal ini sangat efektif karena pasangan Anda adalah anak dari mertua Anda. Jika anaknya berkata, maka kemungkinan besar akan dituruti. Maka dari itu, jangan lupakan keberadaan pasangan Anda ketika kebetulan mendapatkan mertua yang galak.

Pada dasarnya, setiap menantu memiliki situasi dan kondisi yang beda dalam urusan rumah tangganya. Beberapa solusi menghadapi mertua galak di atas hanyalah referensi yang bisa Anda terapkan. Tentunya, semua kembali pada diri Anda sendiri. Jangan sampai, salah memilih solusi, karena menghadapi mertua itu kadang juga sulit ketika memang mereka sudah tidak suka dengan Anda.

8 Jenis Oleh-oleh Makanan untuk Mertua dari Onbekuk sampai Bolu Pandan

Salah satu cara untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari mertua adalah dengan memberikan sesuatu pada mereka. Misalnya dengan memberikan oleh-oleh makanan untuk mertua tersayang. Cara ini bisa dikatakan efektif untuk mengatasi mertua yang galak. Nah, kali ini kami akan membahas 9 jenis oleh-leh makanan untuk mertua yang patut Anda coba.

Oleh-oleh Makanan untuk Mertua

1. Martabak Manis

Pertama-tama, coba tanyakan ke pasangan Anda. Apakah ibu atau ayahnya suka pada makanan manis. Jika iya, martabak manis adalah salah satu oleh-oleh yang patut Anda coba. Karena makanan ini lembut dan enak banget ketika di makan pada malam hari.

Apalagi jika suasana hujan atau dingin, martabak manis yang hangat bisa banget jadi pilihan oleh-oleh ketika Anda pulang ke rumah mertua.

2. Martabak Asin

Jika mertua Anda suka yang gurih, martabak asin bisa jadi solusi. Martabak jenis ini lebih cocok dimakan ketika malam hari dalam suasana yang ceria. Karena gurihnya, martabak asin bisa banget Anda jadikan lauk makan. Hehe…

Jika Anda punya mertua yang galak tapi suka yang asin-asin dan gurih, maka solusi jitunya adalah martabak asin. Kalua perlu, Anda belikan dua bungkus agar ayah dan ibu pasangan Anda tidak berebut.

3. Kue Ombekuk

Oleh-oleh makanan untuk mertua yang selanjutnya adalah Kue Ombekuk. Sebagai kue yang memiliki cita rasa yang beda, kue ini cocok banget Anda bawa sebagai oleh-oleh ke rumah mertua Anda.

Apalagi, kue ini dikenal sebagai cake rempah khas Belanda. Oleh Indonesia menyebutnya Ombekuk. Apapun namanya, kue ini adalah makanan yang cocok banget Anda jadikan oleh-oleh untuk keluarga ataupun mertua anda di rumah.

4. Serabi

Orang tua, kadang-karang menyukai jajanan tradisional yang basah. Jika mertua Anda juga demikian, maka Anda harus coba membawa oleh-oleh tradisional bernama Kue Serabi. Kue ini dikenal lembut, enak, dan lezat.

Makanan basah ini bisa dikatakan cepat basi, maka dari itu, Anda harus segera menghabiskannya sebelum makanan ini basi. Tentu saja, makanan yang satu ini akan sangat nikmat ketika dihidangkan dalam keadaan hangat.

5. Bika Ambon

Jika Anda bepergian jauh, maka Anda boleh cari-cari oleh-oleh khas suatu daerah. Contohnya adalah Bika Ambon khas Medan. Makanan lezat yang terbuat dari tepung tapioka, telur, gula, dan santan ini memiliki cita rasa yang khas cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

6. Bolu Pandan

Makanan yang satu ini adalah makanan yang berasal dari tanah melayu. Sehingga sudah sangat terkenal di Negara-negara tetangga juga. Jika Anda mendapati orang yang berjualan kue yang satu ini, maka wajib rasanya Anda membelinya sebagai oleh-oleh untuk mertua Anda.

Makanan yang empuk, lembut, lezat ini, pasti akan sangat disukai dan diminati oleh orang tua Anda di rumah. Jika mereka terlalu sibuk atau malas membuat, maka tidak ada salahnya dong, jika Anda membelikan makanan ini pada mereka.

7. Pempek

Pempek adalah makanan yang terbuat dari daging ikan yang digulung halus dengan tepung sagu dan dicampur berbagai bumbu lainnya. Sehingga menciptakan makanan yang gurih dan tentunya sangat lezat dimakan.

Jika Anda memiliki mertua yang suka gurih, makanan yang satu ini bisa menjadi oleh-oleh. Anda tidak akan kesulitan menemukannya di pinggir jalan ataupun di tempat makan mall-mall. Dijamin, mertua Anda yang galak pasti bakalan luluh ketika dibawakan pempek.

8. Donat

Makanan terakhir yang bisa Anda bawakan untuk mertua adalah donat. Makanan yang memiliki bentuk bulat dan ada lubang di tengah-tengahnya ini adalah makanan yang enak dan cocok untuk segala usia.

Selain rasanya yang sedap, donat adalah makanan yang dikenal manis, awet, dan empuk. Jika Anda membawakan makanan ini untuk keluarga di rumah, dijamin mereka pasti akan menyambutnya dengan bahagia dan memakannya dengan senang hati.

Nah, 8 oleh-oleh makanan untuk mertua yang sudah kami sebutkan di atas adalah rekomendasi makanan yang memiliki rasa lezat dan cocok di segala usia. Namun, sebenarnya Anda harus tahu juga apa yang disukai oleh mertua Anda. Sehingga Anda tidak salah membawakan oleh-oleh untuk mereka.

7 Cara Move On Sebelum Nikah untuk Keluarga yang Harmonis

Terkadang sebelum menikah, ada dilema tersendiri bagi tiap-tiap mempelai mengenai beberapa hal. Baik itu mengenai memantapkan hati, bahkan sampai ke perihal teringat mantan. Hal ini menyebabkan gagal move on sebelum nikah, padahal pernikahan sudah didepan mata.

Maka sudah sebaiknya Anda harus segera move on dari mantan ketika ingin memantapkan hati untuk menikah dengan calon mempelai. Tentu tidak ingin bukan, pernikahan berjalan kandas gara-gara teringat mantan terus-menerus?

Move On gambar

7 Cara Move On Sebelum Nikah

1. Memutuskan Aktivitas dengan Mantan

Jika Anda masih terlalu sering melihat update terbaru dari mantan, dan merasa gagal move on dari itu. Maka sangat diperbolehkan bagi Anda untuk memutuskan aktivitas darinya. Jika perlu block sementara akun mantan agar Anda bisa berdamai dengan kondisi saat itu.

Jika Anda sudah merasa damai, maka Anda bisa unblock lagi akunnya. Pastikan saja jangan terlalu sering berhubungan di awal-awal putus, apalagi saat mau menikah. Memang Anda harus menjaga sillaturahim, tapi harus ada hati yang disembuhkan terlebih dahulu. Jadi pastikan Anda benar-benar rehat dari “kepo” atau berhubungan langsung dengan mantan.

2. Ingat Hal-Hal Buruk yang Pernah Mantan Lakukan Kepadamu

Jika sudah memutus aktivitas namun Anda masih kepikiran mantan, coba ingat hal buruk apa yang membuat kalian mengakhiri hubungan. Karena terkadang ketika hubungan berakhir, orang hanya mengingat kenangan baiknya dari hubungan tersebut, bukan mengingat kesalahannya.

Hal buruk apa yang menjadikannya tidak menjadi bagian di masa depan Anda. Tentu hal buruk tersebut tidak bisa ditoleransi sehingga kalian tidak bisa berakhir di jenjang pernikahan. Jadi kalian memang tidak ditakdirkan untuk bersama.

3. Memaafkan Kesalahan Mantan

Berdamai adalah pilihan yang bijaksana. Anda harus bisa memaafkan kesalahan mantan untuk bisa memulai hubungan yang baru dengan orang lain. Jadi tidak ada dendam yang Anda bawa untuk dilampiaskan di hubungan selanjutnya.

Meskipun susah, coba maafkan. Setidaknya sekarang ada orang yang sudah mau menerima Anda dan lebih baik dari mantan yang telah lalu.

4. Pastikan Lagi Alasan Kenapa Kamu Belum Move On Dari Mantan

Ketika Anda gagal move on dengan mantan, pastikan lagi apa alasannya. Apakah memang masih sayang? Atau hanya penasaran? Jika sayang tentunya hubungan tersebut tidak akan berakhir. Karena se emosi apapun orang yang sama-sama sayang tidak akan bisa untuk mengakhiri suatu hubungan.

Jadi pangkas rasa penasaranmu dengan memutus aktivitas dari mantan. Tetap berhubungan boleh, tapi jangan terlalu sering. Ingat prioritasmu adalah dia yang sudah menunggumu di masa depan.

5. Tenangkan Diri, Berdamailah dengan Perasaan Diri Sendiri

Ketika Anda merasa kalut dan teringat mantan. Maka coba tenangkan diri. Bisa dengan meditasi atau aktivitas refreshing pikiran lainnya. Anda bisa mengekspresikan dengan leluasa perasaan saat itu. Jika ingin menangis, tangiskan. Jika ingin marah, lampiaskan dengan baik. 

Kemudian berdamailah dengan perasaan pada diri sendiri. Teringat mantan dan kebaikannya adalah hal yang wajar. Tapi itu bukan alasan untuk kembali berada di sisinya. 

6. Menyadari Bahwa Hidup Terus Berjalan

Setelah Anda sudah mencoba untuk berdamai dengan diri sendiri bahwa teringat mantan adalah hal yang wajar, maka coba sadarkan diri bahwa hidup terus berjalan. Anda perlu melangkah ke depan, dimana jenjang pernikahan sudah menanti di depan mata.

Fokuslah terhadap hal itu. Jangan terlalu memikirkan masa lalu. Karena masa lalu tidak bisa Anda ulangi, sedangkan masa depan masih bisa Anda rancang dan coba perbaiki. Jadi cobalah untuk terus melangkah bersama calon mempelai Anda ke jenjang pernikahan.

7. Mensyukuri Hal yang Sudah Ada Sekarang

Paling terakhir, jangan lupa untuk terus bersyukur mengenai hal yang sudah ada. Bersyukur sekarang sudah ada orang yang mau untuk dijadikan pasangan Anda sampai tua nanti. Dia yang mau menerima Anda dengan segala kekurangan yang mungkin mantan Anda tidak mau melakukannya.

Jadi jangan sampai menyia-nyiakannya hanya untuk orang yang sudah meninggalkan Anda. Bersyukur adalah jalan terbaik untuk hidup dengan damai dan tentram. Serta jalan terbaik untuk segera move on dari mantan.

Ketika Anak Mau Bunuh Diri, Ini yang Mama dan Papa Harus Lakukan

Mama dan Papa Figi, pernah tidak mendengar buah hatinya bilang “mau mati saja!” Kadang, ungkapan itu cuma bentuk kemanjaan anak. Namun, di lain waktu, bisa jadi anak memang punya masalah serius sehingga ia bersifat suicidal.

Anak Mau Bunuh Diri

Ketika menghadapi anak mau bunuh diri yang tidak sekadar manja ini, tentu Mama dan Papa harus hati-hati. Perlu Mama dan Papa tahu bahwa maksud dari pernyataan itu bisa jadi bersumber dari:

  • Bully yang dialami anak di sekolah
  • Kasus kekerasan seksual yang menimpa dirinya 
  • Perasaan insecure anak karena tidak berprestasi seperti saudaranya
  • Memang ada masalah hormonal di otak anak yang membuatnya depresi
  • Kekecewaan mendalam karena perceraian atau kehilangan

Sebenarnya ketika anak mengatakan ini, dia sedang mengirimkan sinyal minta bantuan pada kita. Jadi, hendaknya Mama dan Papa jangan memarahi buah hati. Yuk lakukan 9 hal di bawah ini sebelum semuanya terlambat.

1. Jangan Anggap Anak Mengada-ada

Pertama dan yang utama, jangan menyepelekan masalah anak yang menunjukkan sifat suicidal. Lagi, bisa jadi buah hati Anda punya masalah serius. Kekerasan seksual dan perundungan, misalnya.

Bayangkan betapa hancur hatinya ketika ia sedang tertimpa musibah, tapi kita tidak peka. Kita gagal membaca sinyal yang dikirimkan si kecil. Ia jelas akan sangat kecewa. 

2. Peluk dan Dengarkan Keluhannya ketika Anak Mau Bunuh Diri

Peluklah anak ketika ia sedang tampak terpuruk. Misalnya ketika ia mulai ngomel tidak jelas atau menangis di kamar. Anda perlu menegaskan bahwa Anda hadir dan selalu ada untuk buah hati. 

Mungkin, awalnya anak akan menolak dan mengusir Anda. Tapi Anda harus kuat dan terus menunjukkan dukungan. Bila anak sudah mulai terbuka, dengarkan segala keluh kesahnya. 

3. Cari Tahu Sumber Persoalan Anak

Saat anak sudah mau membuka diri dan mengatakan uneg-unegnya, pastikan untuk mengorek penyebab anak mau bunuh diri. Ingat kata pepatah. Tiada asap, tiada api. Pasti ada alasan khusus kenapa buah hati sampai ingin mengakhiri hidupnya.

Usahakan untuk tidak menghakimi ketika Anda sedang mengorek informasi ini. Contoh, anak perempuan Anda ternyata dibully di sekolah karena sangat pendiam. Dalam kasus ini, pantang sekali Anda turut mengkritik sifat pendiam anak. 

Bila Anda suka menyalah-nyalahkan, anak Anda justru akan semakin tertekan dan suicidal. Jangankan menyelesaikan masalah, ia mungkin tak mau terbuka 100% pada Anda.

4. Bantu Anak Menghadapi Masalahnya

Banyak sekali orangtua yang menganggap bahwa anak harus dilatih menghadapi masalahnya sendiri. Ajaran seperti ini memang tidak sepenuhnya salah. Tapi sebagai orangtua, kita harus fleksibel.

Jangankan anak-anak, orang dewasa saja kadang butuh bantuan kok. Apalagi bila yang dihadapi buah hati sangat serius. Misalnya (semoga tak terjadi pada Anda semua), kasus pelecehan seksual. Anak jelas sangat perlu bantuan dari orang-orang dewasa di sekelilingnya.

5. Kado Kecil untuk Anak Mau Bunuh Diri

Sembari mencoba menyelesaikan masalah, buatlah buah hati bahagia. Sesekali belikan sesuatu yang ia senangi. Misalnya makanan kesukaannya atau paket data lebih banyak supaya ia bisa internetan.

Ketika libur tiba, ajak dia berwisata ke tempat yang disukainya. Dengan cara begini, Anda bisa membuat hatinya lebih tenang. Ia pun akan merasa lebih dekat dengan Anda berdua. 

6. Puji Anak agar Ia Merasa Berharga

Rentetan masalah yang dihadapi seseorang bisa membuat orang terkait merasa rendah diri. Karenanya, sebagai keluarga, kita perlu meningkatkan kepercayaan diri anak. Apalagi dalam kasus anak mau bunuh diri. Jelas ini bukan masalah sepele.

Berikan pujian pada buah hati Anda. Misalnya setelah ia membantu Anda melakukan pekerjaan rumah. Setelah itu, katakan padanya bahwa Anda bangga punya anak yang kuat seperti dirinya.

7. Katakan padanya Anda Tak Bisa Hidup Tanpa Anak

Katakanlah padanya bahwa Anda teramat mencintainya. Tegaskan bahwa Anda tidak bisa hidup tanpa kehadirannya.

Banyak lho kasus di mana seseorang yang punya tendensi sifat suicidal tak jadi mengakhiri hidupnya karena mereka sayang pada orangtuanya. Jadi, sembari mencoba menyelesaikan masalah ini, cobalah redam keinginan bunuh diri anak dengan kata-kata itu.

8. Hadapi Anak yang Mau Bunuh Diri dengan Bantuan Dokter

Jangan ragu untuk membawa anak ke psikolog atau psikiater bila diperlukan. Abaikan anggapan miring di masyarakat bahwa masalah mental adalah masalah tabu.

Masalah mental adalah masalah yang normal dan perlu diatasi. Sama seperti saat kita maag, flu, hingga demam berdarah. 

Psikolog atau psikiater akan membantu Anda dan buah hati menghadapi persoalan ini. Keahlian mereka bisa membuat proses kesembuhan anak berjalan lebih cepat. 

9. Sabar dan Terus Temani Anak yang Mau Bunuh Diri 

Pada beberapa kasus, misalnya kasus yang traumatis dan gangguan hormonal otak, persoalan suicidal ini akan memakan waktu yang lama untuk diselesaikan. Anak harus menjalani sesi terapi hingga mengonsumsi obat secara rutin.

Jadi, bersabarlah. Jangan tergesa-gesa menghadapi masalah ini. Bukannya menciptakan progress (kemajuan), sikap yang tergesa-gesa justru akan mengacaukan segalanya.

Suami Minta Cerai? Lakukan 9 Hal Ini untuk Mempertahankannya

Coba bayangkan, Mama sedang sibuk memasak, tiba-tiba Papa pulang dan bilang mau cerai. Sedih? Sudah pasti. Tapi mestinya kita harus bisa menghadapi ini dengan kepala dingin. Apalagi bila tanda-tanda suami minta cerai sudah terlihat agak lama. 

Suami Minta Cerai

Perceraian sendiri sebetulnya tidak dilarang agama Islam, Hindu, atau Buddha. Namun tentu saja, hal ini mendatangkan kesedihan luar biasa. Banyak sekali perempuan yang insecure setelah dicerai suaminya. Banyak yang bahkan depresi dan mengalami stres berkepanjangan.

Prospek soal masa depan tampak begitu suram saat pasangan yang kita cintai ingin berpisah. Tapi sekali lagi, sebagai orang yang sudah dewasa, kita harus bisa bersikap dengan bijak. Bila Mama yakin tidak mau bercerai, coba ikuti tips di bawah ini.  

9 Hal yang Bisa Dilakukan Kala Suami Minta Cerai

1. Atur Emosi Dulu

Kata-kata cerai bagi sebagian besar istri adalah kata-kata mengerikan bak petir di siang bolong. Wajar sekali kalau Mama merasa sedih, bingung, dan bahkan histeris. 

Jadi, lakukanlah sesuatu untuk menenangkan diri. Katakan ke Papa bahwa Mama perlu waktu untuk sendiri. Atur nafas Mama, dan bila ingin menangis, menangislah! Tapi ketika nanti berhadapan dengan Papa, jaga emosi Mama ya.

2. Jangan Play Victim Saat Suami Minta Cerai

Play victim adalah sebuah istilah yang merujuk pada sifat melihat diri sebagai korban. Sebenarnya, normal buat Mama merasa jadi korban saat pasangan meminta perpisahan. Apalagi dalam kasus perselingkuhan di mana suami yang bersalah.

Akan tetapi, bersikap playing victim biasanya tidak efektif mengubah hati seseorang. Ketika Anda mengatakan “Aku korban” atau “Kasihani aku”, tak jarang suami justru makin merasa illfeel. Mereka akan bertindak defensif dengan mengatakan bahwa dialah yang jadi korban. 

Ketika melibatkan pihak ketiga, hal ini semakin membahayakan. Sebab, perempuan yang jadi pihak ketiga bisa memanas-manasi suami bahwa Anda adalah istri yang jahat dan suka menindas.

3. Duduk, Dengarkan Kata Suami

Kalau Anda sudah bisa menenangkan hati, coba  ajak suami untuk bicara. Tapi pertama-tama, Anda harus mau mendengarkan alasannya. 

Tatap mata suami Anda dengan yakin. Setelah itu, mintalah alasan kenapa ia minta cerai. Tegaskan bahwa seorang pria yang baik pasti punya alasan yang juga baik. Bila alasan suami minta cerai ternyata karena perselingkuhan, suami Anda pasti akan kikuk sendiri.

Biarkanlah bila dia merasa kikuk. Kita tak bisa mengubah hati manusia sekejap mata. Namun katakan padanya bahwa Anda berharap alasannya itu baik dan berlandaskan pada moral terpuji.

4. Ungkapkan Kesedihan dan Utarakan Rasa Cinta Anda

Anda tetap harus memperlihatkan kesedihan dan kekecewaan Anda. Karena, bila Anda terlihat baik-baik saja, suami justru akan merasa Anda tidak mencintainya lagi (yang dihindari adalah kesedihan yang histeris).

Jujurlah pada suami bahwa Anda merasa sangat sedih dan kecewa. Katakan padanya bahwa Anda sangat mencintainya dan berharap bisa terus menjadi istrinya. Sedikit banyak, hal ini akan menggugah nurani suami Anda. Apalagi bila ia tipe yang mudah tersentuh oleh kelembutan wanita.

5. Diskusikan soal Anak Saat Suami Minta Cerai 

Ketika perceraian terjadi, yang akan merasakan dampaknya bukan cuma Anda dan pasangan. Anak pun bisa merasakan kepahitan lho atas peristiwa itu. Ketika anak dewasa nanti, ia mungkin jadi takut membina rumah tangga. 

Mintalah suami mempertimbangkan hal ini. Katakan padanya, apakah alasannya bercerai (apapun itu) lebih worth it ketimbang masa depan buah hatinya sendiri? 

6. Tetap Tampil Menarik dan Ingatkan Suami akan Masa Lalu yang Indah

Hindari makan makanan yang tidak sehat ketika Anda sedang stres. Tetaplah tampil dengan baik. Tak perlu berlebihan, cukup tampil dengan lebih cantik dan elegan. 

Kalau Anda wanita karir, Anda bisa membuat suami cemburu dengan hal ini. Dan harapannya, suami bisa mempertimbangkan keputusannya bercerai. 

Selain itu, buatlah suami ingat dengan masa lalu kalian yang indah. Misalnya, dengan memakai pakaian zaman dulu saat jogging dan nge-Mall. Hingga menyetel lagu-lagu kenangan saat membuka laptop.

7. Hindari Pikiran-pikiran Negatif Meski Suami Minta Cerai

Pikiran-pikiran negatif Mama bukan hanya merugikan Mama sendiri. Tapi juga bisa berimbas ke anak. Selain itu, Papa juga bisa cepat memproses perceraiannya ketika Mama terus menerus negative thinking.

Melawan pikiran negatif sendiri memang tidak mudah. Saat dicerai, kita merasa kalau kita ini wanita paling jelek sedunia. Kita juga merasa kalau kita gagal menjadi seorang istri. Padahal ini tidak benar.

Seorang wanita yang cantik ala idola Kpop saja bisa dicerai suaminya kok. Makanya, Mama jangan insecure. Ucapkanlah kalimat motivasi berulang-ulang di kepala Mama. Katakan kalau Mama adalah wanita yang kuat dan menarik!

8. Jangan Langsung Mengiyakan Perceraian, Minta Waktu dan Bantuan

Saat suami minta cerai, jangan langsung merasa dunia sudah runtuh lantas mengiyakan saja permintaan Papa. Banyak lho, orang yang cuma marah saat mengatakan kata-kata perceraian. Namun, situasinya menjadi nyata ketika kita menghadapinya dengan panas.

Mintalah suami waktu. Katakan bahwa Anda tak mau dicerai. Sembari itu, minta bantuan orang lain, baik itu pemuka agama di lingkungan sekitar, mertua, ipar, hingga orangtua Anda. 

9. Tawari Suami Sesuatu

Alasan suami minta cerai bisa disebabkan karena berbagai hal. Salah satunya adalah karena kesaahan kita sebagai istri. Atau, bisa jadi ada ketidakcocokan yang begitu mengganggu suami.

Nah, kalau sudah begini, terserah Mama mau gimana. Apakah mau melanjutkan hubungan? Bila iya, tentu Mama harus berkompromi, karena dari pihak Papa sudah jelas ingin minta cerai. Saran Figi, Mama pertimbangkan baik-baik hal ini, supaya tidak menyesal di kemudian hari. 

Jangan Beli Hiu dan 5 Tips Membeli Ikan di Pantai Depok lainnya

Halo Mama dan Papa Figi! Siapa nih yang tinggal di Jogja dan ingin membeli ikan di pantai selatan dari nelayannya langsung? Mending simak dulu tips membeli ikan di pantai Depok ini dulu.

tips membeli ikan di pantai Depok

Pantai Depok memang terkenal dengan kuliner seafood-nya yang berlimpah dan enak. Namun di luar itu, di sini kita juga bisa membeli ikan laut segar hasil tangkapan nelayan lho.

Cuma, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila kita ingin membeli. Selain menentukan jenisnya (cob abaca artikel 10 Jenis Ikan di Pantai Depok), kita juga harus memastikan 5 hal di bawah ini.

6 Tips Membeli Ikan di Pantai Depok Jogja

1. Pasar Ikan vs Tempat Pelelangan Ikan

Kalau mau beli ikan yang fresh dari pantai (bukan ikan kiriman dari Semarang) maka belilah langsung ke para nelayan di pantai. Jangan membeli di pasar ikan. Dan fyi, justru membeli ke nelayan lebih murah meski tidak sevariatif di pasar ikan.

Loh kok begitu? Iya, sebab kebanyakan ikan yang dijual di pasar Depok adalah kiriman ikan laut utara Jawa. Hasil tangkapan nelayan pantai selatan kurang karena ombak yang sangat besar. 

Kalau Mama dan Papa Figi mau beli ikan yang benar-benar segar, maka segeralah ke tempat lelang ikan pagi-pagi. Jadi, tidak akan kehabisan.

2. Udang, Kepiting, dan Cumi di Pasar Ikan

Tips kedua membeli ikan di Pantai Depok ini perlu dibaca buat yang ingin membeli hewan laut non ikan. Misalnya kita ingin membeli kepiting atau udang saja.

Nah, bila memang maunya membeli biota yang lebih variatif dengan campuran udang dan kepiting, silahkan beli di Pasar Ikan Pantai Depok. Di sana, spesies yang dijual lebih beragam.

3. Tips Membeli Ikan di Pantai Depok Super Penting: Hindari Anak Ikan Hiu

Jangan membeli anakan ikan hiu ya. Di Pasar Ikan Depok dan di Pelelangan  masih terdapat beberapa anak hiu tangkapan. Padahal itu sudah illegal. Jangan berkontribusi terhadap pembunuhan ikan-ikan hiu yah Mama dan Papa Figi sekalian.

4. Ecer atau Borong

Seberapa banyak ikan yang mau dibeli? Di tempat lelang ikan, minimal kita harus mengeluarkan Rp. 35.000,- untuk sejumlah ikan yang dijual nelayan. Kita tak boleh asal memilih sendiri, apalagi cuma beli 1 atau 2 ikan kecil. Tapi tenang, harga yang dibanderol tetap murah.

Hanya saja, bila ada yang tertarik membeli 1 atau 2 ekor ikan saja, silahkan beli di pasarnya. Di sana, kita bebas membeli eceran ikan yang dijual.

5. Dapatkan Segera

99% Figi berani bilang bahwa beragam jenis ikan di Pantai Depok yang dijual nelayan masih fresh. Sementara di pasar ikan, Anda harus hati-hati. Sebab ada beberapa ikan yang sudah mulai tidak baik. 

Ciri ikan yang sudah lama disimpan adalah matanya memerah dan dagingnya tidak kenyal. Semakin merah matanya, maka ikan semakin lama disimpan. Hati-hati juga dengan mata ikan yang blur. Mata ikan yang blur bisa jadi menandakan ikan diberi formalin.

Namun, perlu dicatat untuk tips membeli ikan di pantai Depok selanjutnya, bahwa Anda harus datang di waktu tertentu. Nelayan biasanya membuka lelang langsung di bibir pantai sekitar jam 9. 

Saat itu, banyak sekali orang yang segera menyerbu perahu-perahu nelayan. Dalam waktu cepat, ikan segar sudah bisa langsung habis. Makanya, jangan sampai keduluan.

6. Tawar Menawar

Jangan ragu untuk menawar ikan di pasar ikan dengan rasional. Tapi kalau sama nelayan, sebaiknya jangan ditawar dengan sadis. 

Mereka kerja tidak main-main (bertaruh nyawa). Dan mereka biasanya sudah memasang harga yang tidak mahal. Anda yang biasanya beli di toko ikan bisa kaget kalau membeli aneka jenis ikan laut tangkapan nelayan di pantai selatan ini. Yah kecuali kalau ketemu nelayan nakal yang menganggap kita orang kota yang tak tahu harga ikan.

Kurang lebih itulah 5 tips membeli ikan di Pantai Depok Yogyakarta tercinta. Sampai jumpah di artikel Figblog menarik lainnya.

Ngontrak atau Tinggal Sama Mertua Galak? Dilema ya Bund

Pilih ngontrak atau tinggal sama mertua galak? Banyak di antara kita yang baru membangun keluarga dihadapkan pada masalah pelik ini. Mula-mula kita setuju ikut dengan pasangan. Biasanya, Mama yang mengikuti Papa tinggal di rumah keluarganya.

Ngontrak atau Tinggal Sama Mertua Galak

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata Mama merasa tidak cocok dengan mertua. Ribut-ribut pun terjadi. Lantas, harus apa kita dalam kondisi ini?

Biasanya, kita langsung berpikir untuk menyewa rumah kontrak. Tapi apakah ini keputusan yang bijak? Nah, buat Mama dan Papa Figi yang sedang pusing dengan masalah ini, Figblog sudah siapkan 8 pertimbangan yang bisa dipikirkan. Coba renungkan baik-baik kedelapan tips di bawah ini.

8 Pertimbangan Ngontrak atau Tinggal Sama Mertua Galak

1. Uang

Mengontrak tentu butuh biaya. Di kota-kota kecil, perlu beberapa ratus rupiah dalam sebulan untuk menyewa rumah sederhana. Namun di kota besar seperti Jakarta, biaya kontrak rumah jelas sangat mahal.

Nah, kira-kira, Mama dan Papa siap tidak menghabiskan uang per bulan untuk sewa kontrak? Pengeluaran untuk kebutuhan ini sifatnya sama sekali tidak produktif lho. Tapi, bila yang dipertaruhkan adalah kondisi mental Anda, Figi sih tidak mau memaksa Mama dan Papa untuk tidak mengontrak. Cuma, masalah keuangan tentu harus dipertimbangkan.

2. Keamanan Anak

Apakah Mama dan Papa sudah punya si kecil? Buah hati tentu perlu dipertimbangkan sebelum kita memilih ngontrak atau tinggal sama mertua.

Misalnya begini, Anda memang tidak akrab dengan mertua karena dianggap kurang telaten dalam mengurus rumah tangga. Tapi, di sisi lain, opsi kontrakannya pun dikenal sebagai daerah yang tidak aman.

Padahal, anak-anak terutama anak kecil rentan sekali terkena kasus kriminal dari tetangga sekitar. Tentu hal seperti ini harus dipikirkan.

Sama juga dengan kondisi di mana anak tidak ada penjaganya bila Anda mengontrak. Misalnya, Anda dan suami sama-sama bekerja. Bila Anda tinggal di rumah mertua, ada kakek dan nenek yang bisa menjaga cucunya. Sedangkan bila Anda mengontrak, Anda harus menyewa jasa baby sitter atau penitipan anak.

Silahkan Mama dan Papa Figi pertimbangkan baik-baik hal ini. Jangan sampai anak jadi korban karena relasi yang buruk dengan mertua. 

3. Relasi dengan Mertua

Seberapa buruk sih relasi Anda dengan mertua? Apakah sebenarnya masalahnya sepele? Coba lihat poin-poin di bawah ini untuk menentukan derajat buruknya hubungan dengan mertua. Jadi Anda tidak bias dalam memutuskan untuk ngontrak atau tinggal sama mertua.

Apakah mertua Anda suka:

  • Menyindir
  • Membentak atau menegura dengan nada tidak keras
  • Membentak dengan suara keras
  • Membicarakan Anda dengan tetangga
  • Mempengaruhi pasangan Anda 
  • Memukul atau menyakiti secara fisik lainnya

Menurut Figblog, kalau mertua cuma suka melakukan 2 hal pertama, masalahnya masih bisa diselesaikan dengan mudah. Tapi kalau sudah ada pemukulan hingga manipulasi pada pasangan, wajar kok kalau Mama atau Papa mempertimbangkan opsi ngontrak.

4. Lokasi dengan Tempat Kerja

Jarak atau lokasi dengan tempat kerja juga perlu dipertimbangkan untuk memutuskan ngontrak atau tinggal sama mertua. Sebab, aspek ini pasti memengaruhi pengeluaran dan tenaga kita.

Coba deh bayangkan. Anda tinggal sama mertua galak yang rumahnya jauh banget dari kantor. Sudah capek, keluar uang banyak buat ongkos, di rumah pun masih sering ribut-ribut. 

Kalau hubungan dengan mertua masih bisa diperbaiki tentu tak mengapa. Tapi kalau tidak, yah mendingan dipikirkan dulu opsi untuk sewa rumah. 

5. Kondisi Mertua

Gimana kondisi mertua Mama dan Papa? Apakah mereka sehat? Apakah mereka perlu bantuan kita?

Mertua, bagaimanapun juga adalah orangtua kedua kita. Tentu sebelum mempertimbangkan ngontrak atau tinggal sama mertua, kita harus memikirkan mereka juga.

Saran Figi, kita sebaiknya ngalah bila mertua tidak bisa ditinggal. Kalaupun terpaksa sekali, ada baiknya kita memperkerjakan seseorang untuk menemani mertua. Jadi, mereka tetap aman biarpun kita pindah rumah.

6. Jarak Sekolah Anak

Jarak sekolah anak juga perlu dipertimbangkan. Sama seperti kita, anak juga bisa capek kalau perjalanan menuju sekolahnya terlalu jauh. 

Menyuruh anak pindah sekolah? Boleh saja bila anak mau. Diskusikan saja hal ini agar tidak ada yang merasa dikorbankan atas keputusan yang diambil.

7. Sikap Pasangan

Gimana sih sikap pasangan ketika Anda konflik dengan mertua? Apa si dia diam saja? Adil? Atau membela salah satu pihak doang?

Kalau pasangan bisa adil, sebenarnya opsi ngontral atau tinggal sama mertua mudah sekali diputuskan. Ya, kita bisa tetap tinggal dengan mertua yang galak sekalipun. Sebab ada pasangan yang bisa menengahi. Tapi bila pasangan sendiri kurang tegas dan tak bisa menengahi, boleh lho mengusulkan opsi ngontrak ke pasangan.

8. Kondisi Rumah

Terakhir dan tak kalah penting, kondisi rumah juga perlu diperhatikan. Gimana sih kondisi rumah mertua dibanding kontrakan? Apa airnya bersih? Apakah sering banjir? Apa dekat rawa-rawa banyak nyamuk?

Selain menyangkut kesehatan diri, lagi-lagi anak yang harus dipertimbangkan dalam hal ini. Sebab, kondisi imun anak tentu tak sebaik orang dewasa. Makanya diperlukan pertimbangan bijak saat hendak memutuskan ngontrak atau tinggal sama mertua.

Simpulan tentang Ngontrak atau Tinggal Sama Mertua

Kehidupan rumah tangga memang tidak sesederhana kelihatannya. Menikah kadang berarti menyatukan dua keluarga, bukan cuma dua insan. Apalagi bila kita tinggal dengan mertua, pasti hal ini akan terasa.

Sering kali, menantu perempuan bentrok dengan mertua perempuan. Sedangkan menantu laki-laki merasa tertekan dan kurang dihargai oleh mertua lelakinya. Kondisi-kondisi itu, membuat banyak pasangan memikirkan opsi ngontrak atau tinggal sama mertua. 

Tapi alangkah baiknya sebelum sebuah keputusan diambil, kita menggunakan pertimbangan yang tepat. Gunakanlah pertimbangan yang sekiranya berdampak baik untuk semua pihak.

Kenapa Anak Usia 3 Tahun Belum Bisa Bicara? Apa karena ADHD ya?

Halo Mama dan Papa Figi! Figblog mau cerita sesuatu hari ini. Jadi, salah seorang saudara Figi, memiliki anak usia 3 tahun belum bisa bicara. 

Anak Usia 3 Tahun Belum Bisa Bicara

Kita sebut saja si adek tersebut sebagai adek Rizky. Rizky kecil sangatlah aktif. Ia suka bermain dan pembawaan dirinya juga sangat ceria. 

Tapi hingga tiga tahun terlewati, ia tak juga bisa mengucapkan satu kata yang bermakna. Bunyi-bunyian yang keluar dari mulut mungilnya adalah bunyi-bunyian yang tidak jelas. 

Bunda Rizky akhirya membawa si kecil ke puskesmas setelah mendengar dari budhenya kalau ada terapi wicara di sebuah rumah sakit. Pihak puskesmas ternyata sangat kooperatif. Mereka bukan hanya memberika rujukan ke rumah sakit daerah, tapi ke rumah sakit pusat di Yogyakarta (RS Sardjito). 

Usut punya usut, Rizky didiagnosis ADHD. Pihak rumah sakit pun menetapkan jadwal khusus untuk Rizky dan setelah beberapa kali terapi, ia mulai bisa bicara dengan terpatah-patah.

Nah, Figblog sih yakin kalau ada banyak Rizky-rizky lain di luar sana. Banyak juga Bunda-bunda yang kebingungan dibuatnya.

Tapi, secara umum, Figblog berani mengatakan bahwa kondisi belum dapat berbicara hingga usia 2 atau 3 tahun adalah kondisi yang bisa diatasi. Kemungkinan penyebabnya juga beragam kok, 5 di antaranya akan Figi jabarkan di bawah ini.

5 Penyebab Kenapa Anak Usia 3 Tahun Belum Bisa Bicara

1. Memang Perkembangan Bicara Anak Lambat

Setiap anak dilahirkan dengan bakat dan keterbatasan masing-masing. Ada anak yang pandai menyanyi, melukis, hingga matematika. Jadi, Mama dan Papa jangan langsung berpikir buruk saat si kecil belum juga bisa bicara di usia 2 ataupun 3 tahun.

Mungkin, kemampuan verbal anak memang tidak pesat berkembang seperti kemampuan motoriknya. Dan itu normal sekali. Yang perlu dilakukan cuma kesabaran dan ketelatenan untuk mengajari anak bicara terus-menerus.

Ajak saja anak untuk menyanyi, menyebut benda yang dipegangnya, dan memanggil seseorang dengan sapaan yang tepat. Dengan latihan yang tidak membuat si kecil stres, lama-lama buah hati pasti bisa bicara.

2. ADHD 

Dalam kasus tertentu, bisa jadi anak mengidap Attention Deficit Hyperactive Disorder. Yap, seperti yang Figblog ceritakan di atas tentang Rizky sebagai contoh anak usia 3 tahun belum bisa bicara. Tapi, dari yang Figi lihat sendiri, anak-anak ADHD bukan cuma terlambat bicara. Mereka juga punya ciri-ciri khusus lainnya.

Rizky, misalnya, memiliki perilaku yang sangat aktif. Lari kesana-kemari, lempar ini itu, sampai menjerit-jerit ketika keinginannya tidak terturuti. Ia pun memiliki perhatian yang kurang. Pembawaannya memang ceria, namun jarang sekali kontak mata dengan orang lain. 

Nah, bila tidak ada tanda-tanda hiperaktivitas atau kurang perhatian, Mama dan Papa jangan langsung menganggap buah hati ADHD ya. Bisa jadi si kecil cuma terlambat bicara karena alasan yang dijelaskan di poin 1 saja.

3. Kurangnya Latihan dari Orangtua

Figi tahu banget bahwa saat ini, orangtua memiliki tuntutan besar dalam segala aspek. Di satu sisi, orangtua harus menyediakan finansial untuk kebutuhan anak. Tapi di sisi lain, ada buah hati yang harus ditunggui.

Seringkali, Mama dan Papa yang capek bekerja tidak bisa mengajari anak secara intens. Baby sitter yang diminta mengasuh juga ternyata cuma menunggu anak main-main tanpa mengajarinya. 

Hal inilah yang penyebab anak usia 3 tahun belum bisa bicara di kota-kota besar. Sebab agar bisa berkembang, kemampuan bicara memang harus dilatih. Bila tidak dilatih, maka si kecil pun tak bisa mengucapkan kata-kata dengan tepat. Paling banter, ia hanya akan menggumam tidak jelas menirukan orang lain yang ia dengar tapi tak paham artinya.

4. Keterlambatan Mental

Kondisi keterlambatan mental merupakan alasan lain kenapa anak usia 3 tahun belum bisa bicara. Keterlambatan mental sendiri memiliki beberapa variasi. Ada yang tinggi, sedang, dan juga rendah. Ada tes yang bisa dipakai untuk menentukan hal ini.

Nah, bila si kecil terlambat bicara karena hal ini, sebaiknya Mama dan Papa berkonsultasi ke dokter yang tepat. Sebab untuk anak-anak spesial seperti ini, diperlukan penanganan yang juga khusus. Mereka perlu diajari dengan cara-cara tertentu yang berbeda dari anak yang kondisinya juga berbeda.

5. Autisme

Autisme seperti dikutip dari healthline.com juga bisa menjadi penyebab kenapa anak usia 3 tahun belum bisa bicara. Autisme adalah sebuah disorder sebagaimana ADHD. Hanya saja, bila ADHD bercirikan hiperaktivitas yang tinggi dan kesulitan berkonsentrasi, autisme bercirikan kesulitan komunikasi dengan orang lain.

Autisme sendiri berspektrum. Ada anak yang autismenya tinggi, sedang, hingga rendah. Jadi, Mama dan Papa bisa saja memiliki anak yang kelihatannya “cuma pendiam” padahal punya autisme rendah.

Eits, tapi jangan takut dulu ya. Bila memang Mama dan Papa khawatir si kecil punya autis, segeralah konsultasi ke dokter. Supaya, ia mendapatkan penanganan yang baik.

Penutup

Kondisi anak 3 tahun belum bisa bicara bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Ada yang karena perkembangan anak dalam hal bahasa lambat, namun ada juga yang karena faktor disorder seperti ADHD dan autisme.

Mama dan Papa sebaiknya tidak perlu panik ketika menghadapi ini. Supaya anak bisa segera bicara, akan lebih baik bila kita konsutasi ke dokter saja. Jadi, si kecil bisa mendapatkan penanganan tepat sesuai kondisi dirinya.